Sunday, May 8, 2011

Aku ingat aku nak....

It has been a very very long time since my last posting....what a shame considering
all my kids are having more posting than I am. So, i will start blogging at least one
per month...wish me luck.

Sunday, August 24, 2008

What am I doing here ?...

After 20 years working in one place, are you ready to move on ? You thought you did but at times you need to revisit the process that drive to that decision. Without full support from Arah, my wife and true friend, I couldn't have done it. Thanks to you....well, here I am in a foreign soils looking for greener opportunity. Everything is new...the system, the process, new friends, new corporate culture, you ame it....May god give me courage and strength to overcome all obstacles and difficulties... 6 weeks seems like 6 months...thinking about everything at home, kids, my wife, old ailing mother etc...

Sunday, May 4, 2008

3rd Trip, May-3-2008

Mat Saad and me ....

Razak and Rashidi...

Posting at Penaga

A group photo with Ust Zakaria

Today's trip joined by 11 cyclist including one of my school mate, Mat Saad.
Haven't met him for more than 20 years. It was a good trip covering 36 Km thru
Pokok Sena, Pekan Darat and Penaga. We stopped for breakfast around 10.30 am before heading back home. Managed to grap few more new names..Cikgu Hanis, Razak ( eSMSPP, senior one year), Rashidi ( the lawyer that I used in my S&P ) and Abg Zainol ( same name ma ? ). Visited one of the ustaz ( Ust zakaria ) at gigi Air, Penaga who just got stroke last year and has ben improving since then. May god bless him with speedy recovery. Abg Man managed some photos and here it goes...

2nd trip thru Pinang Tunggal to Bumbung Lima

This is my 2nd trip with the group. We started as usual at 8.0 am ( Apr-26-08) and rode thru Pinang Tunggal to Sek Al islah Sg. Petani and back thru old trunk road to Bumbung Lima. Stopped for breakfast at one of the warung at Bumbung Lima. No photo was taken. Total distance was 32Km.

Sunday, April 20, 2008

Cycling Trip to Kuala Muda, Kedah

Excited on board of sampan crossing from kedah to Pg..

More posing from the group inside the sampan.

Sunday, Apr-20-08...went cycling with wife around our Taman for about 20 minutes starting at 7.00 am. Decided to call a friend and he informed that they're about to embark for a trip to Kuala Muda which is about 40 KM round trip. Sped from my Taman to the meeting place and arrived just in time for the flag off i.e 8.00 am. We went thru on and off road ( both are tar road ) thru sawah padi and also small towns ( I forgot the name) and finally reached Kuala Muda seaside around 10.45 am. There were a lot of fishermans' boats unloading their catches and also peraih, makcik and pakcik conducting the sale. To buy, you need to "whisper" the price you are offering to the pakcik ikan and the highest bidder will get it.

We settled down for breakfast ( rice, gulai semilang, ikan masin etc) at one of the stall near the beach. I also bought 2 packets of kuih 'tebar" which I never saw and eat before. It is similar to ingredient make for bubur chacha but came together with a sweet red syrup. Team decided to cross over to the other side, about 100 m ( Kuala Muda, Penang) and managed to get a boat to take us acrossed which cost RM1 each. Riding home takes another 1 hour. It was a really good ride and everybody enjoyed it especially the crossing by boat. Managed to remember few riders such as Hasbollah, Mat Nor, Kamal, Rosli, Cikgu Zaki and Radzi ( I think). The rest, maybe I could catch up on the next ride... Below are some pictures taken by abg Man..

The writer in red shirt...thirsty ma..

Quick bro....

Wednesday, April 16, 2008

Are you ready for this......

Dalam Quran Tuhan telah mensarankan kepada kita supaya mendoakan ibubapa kita seperti berikut: "Wahai Tuhan kasihani ibubapa ku seperti mana mereka telah mengasihani daku semasa aku kecil dahulu" Tidak ada ibu yang tidak sayang pada anaknya semasa anaknya kecil, ibu sanggup bangun dari tidur di tengah malam kerana hendak menyusukan anaknya.

Ibu begitu sabar menghadapi segala macam kerenah anak-anak mereka semasa membesarkan mereka. Terlalu besar pengorbanan ibubapa kita dalam membesarkan kita semua, yang tak mungkin dapat kita membalasnya. Walaupun setelah kita dewasa ini, ibu dan bapa kita mungkin tidak meyayangi kita lagi seperti dulu atau mereka lebih menyayangi adik beradik kita yang lain lebih dari kita, tetapi apalah sangat kekurangan itu berbanding apa yang telah mereka korbankan untuk kita semasa kecil dahulu. Bila ibu sudah tua kebanyakan anak-anak cuba mahu mencari-cari alasan untuk tidak mahu memelihara atau menjaga mereka. Anak yang muda kata anak yang sulunglah patut menjaga ibu mereka, anak lelaki kata anak perempuanlah yang sesuai jaga ibu mereka, anak yang kurang berada pula kata anak yang lebih beradalah sepatutnya menjaga ibu mereka dan bermacam macam lagi alasanlah yang mereka timbulkan bagi mengelak dari memikul tanggungjawab tersebut.

Sudah menjadi sikap orang kita sangat suka mencari alasan untuk mengelak dari bertanggungjawab tapi jarang sekali untuk memberi alasan untuk bertanggungjawab. Sebagai contoh bila datang lewat, alasannya ialah kerana trafik jam, sepatutnya yang sebaiknya dia patut bersikap atau memberi alasan saya terpaksa bangun awal untuk pergi kerja untuk mengelakkan trafik jam. Begitu jugalah dalam menjaga ibu yang sudah tua ini, sepatutnya anak-anak yang baik akan memberi alasan-alasan untuk bertanggungjawab seperti, saya anak yang tua sayalah yang sepatutnya menjaga ibu, atau saya mempunyai pendapatan yang lebih jadi saya patut menjaga ibu, atau saya anak perempuan jadi saya rasa ibu lebih sesuai tinggal dengan saya, atau saya anak lelaki sayalah patutnya menjaga ibu, atau anak-anak saya tak ramai jadi saya rasa lebih sesuai tinggal dengan saya atau isteri saya tak berkerja jadi saya rasa ibu lebih sesuai tinggal bersama saya. Sebaliknya anak-anak yang bersikap buruk akan mencari segala macam alasan dan kekurangan yang ada padanya untuk mengelak dari memikul tanggungjawab. Seperti pendapatan saya kecil, isteri saya berkerja, anak-anak saya ramai, saya terlalu sibuk, ibu tak suka dengan isteri saya, suami saya tak suka dengan ibu, rumah saya sempit, rumah saya

bertangga dan macam-macam lagi. Bila suami isteri bercerai, suami isteri sanggup naik turun makamah semata-mata berebut untuk mendapat hak penjagaan anak-anak mereka. Tapi sayang tak ada kita dengar anak-anak yang mahu berebut untuk menjaga ibu mereka yang sudah tua. Sungguh saya berasa bangga kalau ada anak-anak yang sanggup naik makamah kerana berebut hendak menjaga ibu mereka yang sudah tua, tapi saya rasa perkara seperti ini mustahil boleh berlaku. Namun begitu ada juga anak yang mahu mengenang kebaikan ibu bapa mereka. Mereka menjaga ibubapa mereka kerana adanya perasaan kasihsayang dan mahu menjadi anak yang bertanggungjawab. Kadang-kadang kita rasa kesal juga terhadap sesetengah anak, bila ada adik beradik lain yang rela mahu menjaga ibu mereka, dia pula terus tidak ambil pusing. Kalau ada adik beradik lain yang sanggup menjaga ibu kita, ini tidak bermakna kita boleh terus terlepas dari tanggungjawab tersebut. Kita yang tidak menjaga itu kena jugalah hulur-hulur dan menyumbang apa saja bantuan yang patut kepada adik beradik yang menjaga ibu kita itu. Janganlah buat derk ajer. Wahai Tuhan yang Maha Pemurah, andainya tulisanku ini dapat memberi manafaat kepada pembacanya yang kerananya dapat mendatangkan pahala kepadaku walau barang sedikit pun maka aku sedekahkan akan dia kepada ibubapaku yang telah banyak berkorban dan berjasa padaku dan tiadalah terbalas oleh ku akan jasa dan pengorbanan mereka itu. Hanya Engkau sahajalah yang dapat membalasnya, sesungguhnya rahmat Mu amat luas, Engkaulah yang mengasihani dari segala yang mengasihani....cut and paste from Arah's email...thanks to whoever the writer was...

Thursday, April 3, 2008

My Mom and Me....

During your childhood years, you looked to your parents for all your needs. Your parents may be fit and healthy now, but at some point, they may struggle with ill health and look to you to be their primary caregiver.

Our parent's last years were the hardest we've ever gone through, but we are so thankful we were able to be there when they needed us. The things we learned from caring from them were that you can do things of which you never thought you were capable, and you have the power to put a stop to things being done to your parents of which you disapprove. You just have to be willing to rock the boat as much as necessary to accomplish your purpose, even if that goes against the grain with you. After all, our parents did whatever was necessary for our best interest. Do we owe them any less? by Pat Burroughs

Take Care of Yourself
You must need lot of patience to care your aging parents. It helps to strengthening family bonds. Taking care, is responsible, stressful and emotional duty. Emotions like anger, guilt, grief and anxiety are normal. But you need to tackle all these in pleasant way. Don't forget to take care of yourself on the move. When you need any kind of help ask your relatives, friends or people in the community. Or hire help. Take care of yourself, and your lovable parents. Enjoy your life with them.